Myers-Briggs Type Personality Defines Your Best Investing Style

Pernah denger tentang Myer-Briggs Type Personality atau MBTI? Mungkin kita udah mengenal beberapa tipe personality semacam empat kuadran melankolis, plegmatis, koleris, sanguinis atau introvert dan ekstrovert. Nah, MBTI ini adalah versi psychological assessment yang lebih lengkap dan banyak digunakan untuk menilai career path mana yang tepat untuk seseorang. Cukup terkenal bagi kalangan HRD untuk evaluasi kinerja karyawan perusahaan. MBTI menilai kepribadian seseorang didasari oleh empat skala kecenderungan, yaitu (1) Ekstrovert vs Introvert, (2) Sensing vs Intuition, (3) Thinking vs Feeling, (4) Judging vs Perceiving.

mbti_typesKalau ada yang masih merasa asing dengan MBTI bisa baca di blog ini atau salah satu tulisan kaskuser di sini, disitu ada penjelasan yang cukup lengkap juga ditambah tempat dimana kamu bisa melakukan tes untuk mendapatkan skor MBTI kamu sendiri. Aku pernah tes juga sebelumnya lewat 16 Personalities, menurutku ini yang paling lengkap deskripsi penjabaran untuk setiap hasil tes atau karakter yang kamu miliki (ada relationship juga, haha). I personally recommend you to take this test, cukup berguna bagi pengembangan karirmu. FYI, I am INTJ. What are you?

Seringnya MBTI digunakan para kalangan profesional, maka disini aku mencoba juga menerapkan MBTI dalam hal investasi dan mengelola keuangan. Semua paham bahwa dunia keuangan atau investasi menyuguhkan berbagai macam pandangan dan strategi dalam mengelola aset kekayaan kita, dan bukan rahasia umum lagi jika setiap strategi yang diambil itu tidak pernah menjamin untuk mendapatkan imbal hasil yang terbaik. Semuanya kembali lagi ke profil keuangan masing-masing dan, ya, tentunya juga tergantung bagaimana kenyamanan kita terhadap strategi yang dipilih. Nah kenyamanan itu lah yang menyangkut personality seseorang, disitu lah MBTI punya peran besar.

Penting untuk diperhatikan sebelumnya, your Myers-Brigss Personality doesn’t determine your wealth! Maksudnya jika kamu seorang INTJ maka biasanya kamu akan cenderung lebih sukses dalam berinvestasi daripada ESTP. Tidak seperti itu. Myers-Briggs hanya kalsifikasi sifat seseorang, sedangkan pengelolaan keuangan tetap butuh strategi. Tulisanku hanya bertujuan untuk menggabungkan personality dengan strategi mana yang cocok untuk diterapkan. Warren Buffet misalnya, menurut beberapa sumber dia termasuk ENTJ, jadi rujukan investor lain karena dianggap extraordinary succeess dengan gayanya yaitu value investing. Berbeda dengan George Soros yang cenderung lebih spekulatif dalam mengelola asetnya, dia termasuk INTP.

Kembali lagi aku menyarankan semuanya agar mencoba mengetahui klasifikasi Myers-Briggs masing-masing, selain berguna untuk personal development juga akan lebih mudah untuk memahami tulisan ini selanjutnya. Setelah kamu mengetahui MBTI kamu, maka kita coba klasifikasikan masing-masing skala kecenderungan terhadap investment decision.

Pertama adalah Extrovert vs Introvert yang menentukan apakah seseorang mampu melakukan investasinya sendiri atau membutuhkan seorang partner untuk menjadi advisor atau sekedar teman berdiskusi untuk memutuskan aset apa yang seharusnya dibeli. Baik extrovert atau introvert memiliki kemampuan yang sama untuk sukses dalam berinvestasi jika mereka memiliki strong decision making skill. Namun untuk intellectual introvert akan cenderung lebih hebat jika mereka ada dibalik layar menganalisa aset sedangkan extrovert lebih cocok untuk eksekusi hasil analisa tersebut.

Kedua adalah Sensing vs Intuition yang menggambarkan bagaimana seorang investor memandang tujuan dan strategi investasinya. Khusus untuk seorang yang lebih dominan sensing atau data-oriented categories, mereka akan cenderung mengelompokkan data sebanyak mungkin untuk melakukan analisanya sendiri berdasarkan metode yang udah ada dan terbukti sebelumnya. Sedangkan orang yang dominan pada intuition cenderung lebih kreatif dalam menggunakan alat analisanya bahkan mereka tertantang untuk membuat metode analisa yang baru. Untuk analisa teknikal saham, orang yang dominan intuition lebih powerful dibandingkan dengan sensing people.

Ketiga adalah Thinking vs Feeling yang mendeskripsikan bagaimana seseorang bereaksi terhadap event tertentu misalnya bear market dan bull market. Pada bidang investasi, umumnya, seseorang yang dominan thinking akan lebih sukses karena mereka bisa dengan mudah berfikir secara rasional dan mengabaikan emosinya dalam mengambil keputusan. Jadi, jika kamu merasa lebih dominan feeling akan lebih baik mencari partner seseorang cold-blooded yang bertumpu pada rasionalitas data.

Keempat adalah Judging vs Perceiving, keduanya memiliki pros and cons yang cukup seimbang. Tipe Judging adalah seseorang yang cukup keras kepala pada rencana yang telah disusun sebelum bertindak, sementara tipe perceiving lebih terbuka terhadap unexpected events yang tiba-tiba berubah. Dalam hal berinvestasi, tentu saja tipe judging lebih tertata dalam hal mengelola keuangannya dan mereka sangat menghargai investment plan yang telah dibuat. Berbeda dengan tipe Perceiving yang cenderung menyesuaikan iklim investasi. Tipe Perceiving akan lebih mudah menghadapi gejolak perekonomian yang tiba-tiba berubah dibandingan dengan tipe Judging.

Jadi, tipe mana kah kamu yang lebih dominan? I am Introvert Intuitive Thinking Judging. Wanna be my partner? Haha!

Khusus untuk dunia pengelolaan keuangan atau personal finance, Myers-Briggs dikelompokkan lagi lebih detail menjadi empat bagian yaitu Protectors, Planners, Pleasers, Players.

Protectors (Myers-Briggs: ESTJ, ESFJ, ISTJ, dan ISFJ)

Orang-orang yang termasuk protectors pada umumnya sangat konservatif dalam mengelola uang untuk masa sekarang. Menurut Ray Linder, seorang financial planner, tipe protectors berorientasi pada masa depan dan berusaha memastikan bahwa segala kondisi keuangannya pada masa depan tetap well covered atau terlindungi. Protectors memandang investasi pun akan sangat waspada dengan yang namanya resiko. Sounds ideal? Mungkin sampai pada waktu tertentu jika keadaan tidak sesuai plan, protectors akan cenderung panik dengan wealth portfolio-nya.

Planners (Myers-Briggs: ENTJ, ENTP, INTJ, dan INTP)

Sesuai dengan namanya, Planners juga berorientasi dengan masa depan. Bedanya denga Protectors adalah pada analisa yang dilakukan tipe Planners lebih detail terhadap apa yang akan dihasilkan pada masa mendatang. Menganalisa segala data yang tersedia untuk memprediksi masa depan merupakan kelebihan tipe planners. Namun masalahnya adalah, ketika seseorang terlalu fokus untuk masa depan maka mereka memiliki kecenderungan melewatkan opportunity pada masa sekarang atau sering disebut analysis paralysis.

Pleasers (Myers-Briggs: ENFJ, ENFP, INFJ, dan INFP)

Berbeda dengan yang lain, tipe pleasers menggunakan uangnya berdasarkan perasaan misanya untuk menyenangkan dirinya sendiri atau menyenangkan orang lain. Biasanya tipe ini yang cenderung mudah terkena penipuan karena decision making yang dibuat oleh tipe pleasers sangat bergantung pada relasi. Bahkan teman yang buruk pun biasanya suka memanfaatkan tipe pleasers ini dengan meminta yang aneh-aneh. Namun disisi lain, pleasers termasuk golongan yang lebih sering melakukan charity dibanding tipe yang lain.

Players (Myers-Briggs: ESTP, ESFP, ISTP dan ISFP)

Tipe players cenderung memiliki resiko tertinggi dalam mengelola keuangan karena apa yang menjadi fokus seorang players adalah masa sekarang sehingga kebebasan spending cukup longgar. Jadi players akan menikmati hasil pemasukannya selagi masih bisa. Sementara untuk hal investasi, tipe ini biasanya lebih memiliki kecenderungan untuk mengambil resiko yang tinggi pula, karena investing should be fun and challenging.

Lagi, termasuk kedalam klasifikasi mana kah kamu? I am a planner. Wanna be my partner? Haha!

Regarding to all classification, hal yang perlu dicermati adalah bukan pada wealth as a subject tapi lebih ke setiap pribadi itu sendiri tentang bagaimana menyikapi atau mendefinisikan wealth sebagai alat utama untuk memenuhi standar kehidupannya.

Jadi dengan mengetahui personality masing-masing, akan lebih mudah bagi kita menentukan strategi apakah yang akan digunakan dan cocok dengan pribadi kita sendiri. Misalnya mau sebagai pure long-term investor atau high frequency trading. Sebagai long-term investor pun bisa diklasifikasikan lagi apakah mau sebagai value investor, growth investor, atau income investor. Trust me, Myers-Briggs Type Personality does really matter for defining the best investment strategy more than you thoughts.

Above of all consideration, aku nggak akan menuntun seseorang untuk memilih strategi investasi mana yang sesuai tapi dengan mengetahui karakter masing-masing melalui MBTI diharapkan kita bisa lebih jelas dalam menentukan strategi yang sesuai. I ask again, then… What are you?

One thought on “Myers-Briggs Type Personality Defines Your Best Investing Style

  1. Best Police

    Hi there! This blog post couldn’t be written any better!
    Looking through this post reminds me of my previous roommate!
    He constantly kept talking about this. I’ll forward this article to
    him. Pretty sure he’s going to have a good read. Thanks for sharing!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.