The Big Bang Theory: It Grows with You!

Brakadooom! Tulisan yang paling sering muncul pada beberapa komik superhero, LOL. Akhir-akhir ini aku jadi cukup update tentang dunia komik apalagi komiknya Marvel gara-gara terlalu mengidolakan The Avenger sama Iron Man. Dua film itu sedikit banyak udah berhasil menumbuhkan pemikiran khas anak-anak yang penuh imajinasi. Namanya juga generasi menolak tua, ya harap maklum sih heuheu. Let’s take a little away of my seriousness, disini aku mau coba cerita ‘key driver’ yang mendorong ketertarikanku sama sesuatu termasuk salah satunya Marvel Universe ini.

Mungkin kamu nggak akan menyangka kalau ketertarikanku pada sesuatu, entah apa pun itu, hanya berawal dari satu judul Serial TV: THE BIG BANG THEORY. Serial situation komedy (sitkom) yang katanya terlaris di Amerika ini benar-benar taking my curiosity out of my head. Entah kenapa, mungkin karena tipe humor yang disuguhkan sangat klop dengan selera humor yang aku suka. Selain itu banyak juga inside jokes yang butuh mikir dulu baru bisa ketawa misalnya tentang sarkasme dan semacamnya, ini yang paling bagus. Jadi, ya gitu deh rela mengulang nonton sampai beberapa kali. Bahkan season ke enam aku udah nonton sampai tiga kali, dan masih bisa ketawa. Freaky Lol!

The-Big-Bang-Theory-Funny-Leonard-Hofstadter-Sheldon-Cooper-Howard-Wolowitz-and-Rajesh-Koothrappali-600x450Serial TV ini sebenernya udah mengudara sejak 2007, tapi aku baru kenal dari temenku dan mulai nonton sejak 2010. Saat itu udah sampai Season 4, tapi tetep aja aku nonton dari awal biar paham. Dilihat dari judulnya, The Big Bang Theory, udah kelihatan kalau Serial ini penuh dengan scientific jokes atau apa lah itu yang jelas banyak menceritakan tentang ilmu fisika dan exacta. Faktanya memang kayak gitu, jadi The Big Bang Theory ini mengisahkan tentang persahabatan empat orang scientist super konyol yang bekerja di Caltech University.

Background dari tokoh tersebut pun beda-beda jadi walaupun sesama scientist tetep aja ceritanya bisa heterogen dan berwarna. Sheldon Cooper, theoretical physicist yang kerjanya meneliti string theory (Teori Dawai). Leonard Hofstadter, experimental physicist, yang kerjanya membuat laser dan juga mengaplikasikan hasil dari theoretical physicist. Howard Wolowitz, engineer yang sempat ditugaskan NASA memperbaiki salah satu satelit di ISS (sebut saja astronot). Rajesh Koothrapaali, seorang astrophysicist dari India yang kerjanya you know lah pengamat planet-planet gitu.

Ditambah satu tokoh wanita, Penny, yang jadi penyeimbang kehidupan mereka biar nggak terlalu freak tentang science karena Penny ini sama sekali nggak punya backround pendidikan apalagi science, justru lebih ke wanita gaul dan agak slutty. Ada juga tokoh pembantu wanita yang juga scientist yaitu Barnadette Rostenkowsky (biologist) dan Amy Fowler (neuro scientist) sebagai pasangan Howard dan Sheldon.

ccb9202e32fb2dadf5bec0ac86a1c2ffb7f0bb62d21c5149a39cdbeda8940f6fMeskipun beda background tapi mereka share something in common, keempat lelaki freak itu sama-sama nerd dan suka sesuatu yang… nerd. Pokoknya nerd. Jangan kira dengan kepintarannya terus mereka seakan seperti scientist pada umumnya, justru yang ada malah mereka kayak anak kecil semua. Hobi ngoleksi komik, action figure superhero, semuanya dalam bentuk vintage atau series yang langka, rare collection. Selain itu mereka juga hobi film sci-fi anak-anak semacam Back to The Future, Dr. Who, yang keduanya membahas tentang time travel. Juga tak ketinggalan the legend of Sci-fi movie Star Wars dan Star Trek tentang advanture yang menyangkup cosmic range. Bahkan yang paling nerd, mereka sampai fasih bahasa ‘imajinary’ klingon yang di Star Trek. What a childish. Itu yang jadi salah satu alasan kenapa aku jadi suka banget sama TV series ini, mereka termasuk generasi menolak tua. Alaagh…

lolbrary.com_15205_1386286313Pernah dua kali ditanya sama temenku dan masku sendiri, “emang kamu paham humornya dimana?”. Wajar sih ditanyain gituan, karena dari segi percakapannya pun penuh dengan istilah ilmiah semacam String Theory itu sendiri, atau Schrödinger Cat, atau Anthropic Principle, atau Zero Gravity, apapun lah. Selain itu juga sering beberapa kali menyebutkan beberapa ilmuan seperti Madam Currie, Carl Sagan, Oppenheimer, sampai yang paling common, Einstein dan Hawking. Nggak cuma itu, dari segi bahasanya pun banyak istilah lain yang menurutku “too technical” mengarah ke science. Well, pertama, untuk segi humor sebenernya kita nggak harus memahami konsep science untuk bisa memahaminya tapi cukup melihat arah percakapannya dari beberapa karakter yang punya sifat mencolok itu pun udah bisa membantu memahami lucunya dimana, meskipun sebenarnya akan lebih lucu bagi yang paham scientific term. Kedua, seperti yang aku bilang, ketidaktahuanku akan scientific term ini menaikan tingkat rasa ingin tau terhadap dunia science. Makanya aku bilang sempet ngulang beberapa kali nonton, biasanya yang kedua kalinya nonton baru bener-bener paham maksudnya apaan, jadi ya nggak bosen.

Nah dari sini sebenernya ketertarikanku dari semua hal yang muncul dalam The Big Bang Theory dimulai, tentunya nggak hanya dalam bidang science dan astrophysics. Buanyak banget, bahkan sampai menuju Iron Man dan Marvel. Kalau dibuat peta semacam brainstorm, jadinya bakal kayak gini..

1398457454096

Is there anyone here wonder why this serial leads me to have curiosity in aqidah asyariah? Faktanya emang begitu, ketertarikanku dibidang physic ini jadi membuat sedikit tau tentang kondisi kebanyakan tokoh fisikawan barat yang ternyata adalah agnostik dan atheis. Mereka berdalih membuat penelitian berdasarkan data dan bukti yang nyata sehingga konsep Tuhan yang nggak bisa dibuktikan menurut mereka jadi nggak diterima lagi. Dari sini lah aku mulai terpacu belajar agama lebih dalam lagi, mencoba mengetahui dimana letak kesalahan mereka. Well, agak aneh sih munculnya ketertarikan belajar agama karena sebuah serial yang sama sekali nggak menyinggung agama, tapi ya faktanya emang seperti itu.

Ada juga dari mulai tertarik tentang dunia superhero karena The Big Bang Theory, perhatianku sampai ke seseorang yang bernama Elon Musk. Banyak yang bilang jika CEO dan Product Architect dari Tesla Motor ini adalah ‘a real life Tony Stark’ karena kejeniusannya dalam penemuannya dibidang teknologi. Dia berhasil mengembangkan SpaceX, Paypal (cofounder), dan sekarang ini sedang rame diperbincangkan karena visinya yang ingin membuat high-speed transportation system yang dikenal Hyperloop. Bahkan dia ingin membuat kolony manusia tinggal di Mars, meski jadi bahan guyonan bagi astrophysicist. Tentu bukan orangnya yang aku perhatikan, Elon Musk hanya sebagai figur idola karena yang jelas dia udah membuat aku juga tertarik tentang advanced technology.

See? Hanya karena hobi nonton The Big Bang Theory. Sebenernya masih banyak lagi curiosity yang muncul karena TV Serial ini, bahkan sampai ke Isra Mi’raj juga.

sheldon-memeDari sini aku nggak berperan sebagai buzzer dari The Big Bang Theory atau menyarankan semuanya untuk nonton juga. Something that I really want to point out here is to make your hobby worth it to have fun with. Dengan menjalani hobimu, diusahakan nggak hanya waktumu yang ditukar dengan hiburan tapi sebisa mungkin hiburan itu juga bisa menuntunmu untuk mengetahui lebih banyak akan sesuatu. Jadi waktumu yang dihabiskan untuk nonton film atau semacamnya nggak terbuang sia-sia. Kamu suka Drama Korea? Belajarlah dari situ. Kamu suka FTV? Belajarlah dari situ.

As I ever told you, generasi menolak tua itu menghargai segala informasi yang datang dari manapun dalam bentuk apapun. Unlimited curiosity makes you to have endless learning!

2 thoughts on “The Big Bang Theory: It Grows with You!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.