I See What You Did There, International Program FE UII!

Semalem aku baca kultwitnya Handry Satriago (CEO General Electric Indonesia) tentang Indonesia dan Global Talent yang isinya membahas Global Competitiveness Index berkaitan dengan daya saing SDM Indonesia untuk menghadapi persaingan global khusunya MEA (Masyarakat Ekonomi ASEAN), ringkasannya bisa dibaca via chirpstory disini atau langsung dari webnya beliau disini.

Sedikit banyak, bahasan didalamnya mengingatkanku pada almamaterku sendiri: International Program FE UII. Bagaimana mereka berusaha berbeda dengan fakultas yang lain melalui program-program yang dibentuk guna mencetak lulusan yang nggak hanya dipersiapkan untuk menjadi karyawan atau pengusaha kelas cetek.

Pada kultwit pak Handry Satriago tersebut sebagian menjelaskan bahwa dengan banyaknya sumber daya manusia yang dimiliki Indonesia belum tentu akan mudah bersaing dengan negara tetangga, simply because competitiveness index measure its quality not quantity.

Nah, karena sebab itu lah aku mulai mau ngomongin tentang International Program Faculty of Economic. Terutama dari yang aku bilang tadi: IPFE UII tidak hanya mencetak lulusan berpola pikir karyawan dan wirausahawan, lebih pentingnya mereka mencetak lulusan berkarakter yang mempunyai quality. Pemimpin yang berkualitas.

Bahkan kalau boleh jujur, apa yang aku rasakan selama kuliah disini berasa banget jika karakter itu yang paling penting untuk ditanamkan. Lebih penting daripada proses belajar-mengajar mata kuliahnya sekalipun, terbukti masih ada beberapa dosen dari IPFE UII yang menurutku masih sangat dibawah standar untuk level International Program. Yah tapi setidaknya program-program untuk membentuk karakter tersebut paid off lah ya dibanding sama kekurangannya yang satu itu tadi. Iya, anggap aja begitu.

Beberapa progam (diluar kelas kuliah) khususnya tentang leadership training menjadi andalan utama IPFE UII untuk membentuk karakter tersebut. Setiap mahasiswa IPFE UII diwajibkan untuk mengikuti kegiatan itu mulai dari yang sifatnya hanya teori dan motivasi seperti Islamic Leadership Training dengan tiga level yaitu basic, intermediete, advance. Juga yang berbentuk field training yaitu Outbound Management Training 1 dan 2, dari yang isinya hanya sekedar games sampai ke level survival ditengah hutan.

Meskipun pada angkatanku banyak yang mempertanyakan sistem dari program tersebut, termasuk aku, karena memang faktanya pada saat itu beberapa kegiatan ada yang kesannya mendadak dan belum matang (Pelatihan sebagai Dapur Umum) juga yang dianggap nggak terlalu berdampak besar dibanding dengan usahanya (Outbound Management Training 2), tapi secara garis besar dengan adanya beberapa training tersebut mampu membuat kita menjadi “berbeda” dengan mahasiswa fakultas lain.

Well, entah hanya aku atau semua temenku juga merasakan tapi dari banyaknya training khususnya untuk Islamic Leadership Training bisa menjadikanku lebih fokus dalam hal goal setting atau kurang lebih tentang apa yang sebenarnya aku inginkan untuk masa depan. Disini karakter yang paling dibentuk menurutku adalah idealisme kepada pola pikir masing-masing. Melalui contoh-contoh dari beberapa mentor, kita dituntut untuk menumbuhkan mind set yang benar-benar dari dalam diri kita sendiri, bukan bentukan orang lain.

Untuk field training sendiri seperti Outbound Management Training yang dilakukan di hutan, nilai-nilai yang diajarkan fokus kepada bagaimana cara kita berfikir dalam menghadapi situasi yang serba terbatas. Tuntutan untuk kreatif menggunakan bahan seadanya untuk bertahan hidup seperti makan dan tidur cukup dituntut dalam program ini. Selain itu, teamwork juga dilatih melalui beberapa grup yang dibentuk guna berjalan bersama menyusuri hutan yang menurutku cukup berbahaya untuk kalangan awam. Aku paham maksudnya, mungkin kita diajarkan untuk membiasakan diri saling memperhatikan sekitar baik itu manusia dan lingkungan. Well done, then.

Aku jadi inget tagline Generasi UII “Harmonizing Heart, Head, & Hand”, menurutku jika dilihat dari beberapa leadership training yang diberikan oleh IPFE UII maka akan sangat masuk akal jika aku bilang International Program itu lah yang paling mewakili Generasi UII tersebut. Heart: Peka terhadap lingkungan. Head: Idealis dan kritis dalam berfikir. Hand: Saling menggenggam dalam teamwork. Just like what we have learnt at leadership training held by IPFE UII

Ada satu lagi yang nggak boleh dilupakan, yaitu mata kuliah Bridging Program. Mata kuliah wajib pada setahun pertama kuliah di IPFE UII, dengan jadwal full Senin sampai Kamis, masing-masing 2 sks selama dua semester dengan dosen yang hampir nggak pernah kosong. Bridging Program ini menurutku justru yang paling penting dalam pembentukan karakter mahasiswa IPFE UII, ibarat pohon maka Bridging Program adalah akarnya.

Mungkin tujuannya adalah untuk “menjembatani” kultur pembelajaran yang sebelumnya kebanyakan mahasiswa menggunakan Bahasa Indonesia dan beralih pada full English selama kuliah di IPFE, tapi disitu aku juga merasa bahwa kita sekaligus diajarkan untuk berfikir terbuka secara global. Jadi nggak hanya seputar local issues yang ada di Indonesia, tapi lebih ke global environment. Ini yang paling penting, dengan hal ini seharusnya mahasiswa IPFE udah paham dan memiliki bekal dengan adanya persaingan global yang dikata kebanyakan orang sebagai ancaman.

Kembali lagi, entah hanya aku yang merasakan atau semua teman-temanku juga merasakan hal yang sama. Namun jika aku melihat beberapa mahasiswa dari fakultas lain khususnya pada saat KKN, memang jelas terlihat perbedaan karakternya. How if I say that we are actually one step forward in front of them? Belum tentu, tergantung masing-masing juga but at least we knew what kind of person we want to be.

Meskipun pada awal tulisan ini tadi aku menyebut jika kelemahan IPFE UII adalah kurangnya dosen yang kompeten (khususnya konsentrasi Finance), namun positioning sebagai fakultas yang fokus pada pembentukan karakter sangat mampu menutupi lubang tersebut. Tentu saja ini bukan sarkasme. Jika kembali dikaitkan dengan competitiveness index, karakter hasil bentukan dari IPFE UII cukup memberikan nilai tambah sebagai bekal untuk persaingan MEA mendatang. I feel safe and confidence about it.

Itu lah yang membuatku dulu pernah bilang kalau aku percaya setiap temen-temenku khususnya International Program Management 2010 punya kelebihan untuk sukses pada setiap cita-cita yang mereka inginkan, entah itu sebagai pejuang karir kantoran atau membentuk startup company. I know who they are, I know their capability. We are made to be Global Talent.

So, Thanks for keluarga besar Fakultas International Program. You are really nurturing innovative global leader!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.