Mengenalkan Investasi di Pasar Modal Indonesia Lewat Film Sang Pialang

galIdFC_15012013_04636Kesan pertama nonton, aku udah langsung mengacungkan jempol pada pak Asad Amar sebagai sutradara film ini. Gimana nggak, ketika pada saat itu (dan masih sampai sekarang) dunia perfilman Indonesia cuma menyuguhkan tayangan yang gitu-gitu aja, pak Asad justru menyajikan sesuatu yang berani. Membuat sebuah film dengan tema investasi di pasar modal yang notabene nggak banyak orang tau apa itu pasar modal.

Film ini mengisahkan tentang tiga orang sahabat yaitu Mahesa (Abimana Aryasatya), Kevin (Cristian Sugiono) yang bekerja di Barata Sekuritas dan Analea (Kamidia Radisti) sebagai seorang credit analyst. Dari cerita yang disajikan, setidaknya aku menangkap beberapa momen yang menurutku cukup bagus untuk mengenalkan pada dunia investasi khususnya di pasar modal. Mari kita bahas…

Asad Amar membuka film dengan mengenalkan potensi yang bisa didapat dari investasi saham lewat awal cerita ketika Mahesa, Kevin, Analea dan teman yang lain saling bercerita tentang komisi yang mereka raih selama setahun berkecimpung di dunia investasi. Rumah mewah pun bisa dibeli, begitu katanya. Setidaknya scene ini bisa membuat penonton menjadi penasaran dan, menurutku, tertarik untuk mengetahui tentang investasi saham lebih lanjut karena memang investasi saham hampir mempunyai unlimited gain.

Ada yang lebih menarik lagi, ketika ayah dari Mahesa yang saat itu masih sangat skeptis dengan investasi saham karena kelihatannya semacam spekulasi dan nggak lebih dari sekedar judi. Akhirnya beliau pun lebih memilih membeli tanah sebagai investasinya walaupun akhirnya sadar juga bahwa membeli tanah itu cukup ribet karena syarat sertifikat dan lain-lain harus dipenuhi. Sutradara mencoba menggiring penonton bahwa investasi saham jauh lebih simpel daripada investasi properti, terlebih lagi penjelasan Mahesa kepada ayahnya bahwa investasi saham adalah sama halnya dengan membeli ayam dipasaran cukup bisa menerangkan bahwa investasi saham sangat jauh berbeda dengan judi.

Dua hal penting dalam investasi saham udah tersampaikan lewat beberapa scene diatas, tapi ada juga yang nggak kalah penting. Setiap kemungkinan untuk mendapatan keuntungan dalam investasi saham, pasti selalu diikuti oleh kemungkinan untuk merugi. Hal ini juga diperlihatkan melalui cerita ayahnya Mahesa yang akhirnya luluh dan menempatkan dananya pada portofolio saham.

Perselisihan yang muncul antara Mahesa dan Kevin membuat portofolio investasi ayahnya Mahesa berada pada orang dan keputusan yang salah. Saham yang dibeli tiba-tiba turun, ketika Mahesa menyarankan untuk hold sahamnya karena fundamentalnya masih bagus, ayahnya sebagai tipikal orang yang masih baru dengan dunia investasi yang penuh fluktuasi merasa nggak sabar dan melimpahkan portofolionya kepada Kevin yang ternyata malah salah dalam mengambil keputusan.

Disini lagi-lagi Asad Amar mencoba menekankan bahwa investasi saham memerlukan kesabaran karena tidak bisa mendapatkan hasil yang instan. Terlebih lagi, investasi juga memerlukan analisa yang bagus untuk menilai apakah suatu saham perlu dibeli atau tidak.

Selebihnya dalam film Sang Pialang ini sedikit banyak menceritakan tentang tantangan berprofesi sebagai pialang saham, dimana godaan untuk selalu mencari profit yang tinggi selalu hadir membayangi. Sehingga Kevin sebagai salah satu broker mencoba segala cara dengan menggunakan dana klien dia untuk kepentingannya sendiri. Walaupun  pada akhirnya pada ending film ini juga disampaikan bahwa resiko (untuk investor) tersebut tidak akan terulang lagi karena sistem sekarang udah menggunakan single ID sehingga broker nggak akan bisa asal mengambil alih atau menggerakan dana investor.

Meskipun tipikal film Indonesia yang serba nanggung, film ini cukup mendidik dalam hal personal finance dengan mengenalkan sesuatu yang baru. Jadi, bagi yang penasaran dengan investasi saham, bisa ajak sekeluarga nonton film ini. Meski jadul, tapi tetep worth to watch.

I barely know about movies, but for this I give around 7.4-7.6

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.