Pentingnya Startup Company Pada Industri Keuangan

Kadang obrolan yang nggak begitu jelas mampu menghasilkan berbagai macam ide untuk mengembangkan sesuatu, begitu juga dengan yang aku alami pada akhir pekan yang lalu. Salah seorang temenku dari Jogja menyempatkan diri maen ke Jakarta dan, ya, akhirnya seperti biasa kita ngobrolin ngalor-ngidul tentang banyak hal. Namun ada satu yang paling membuatku cukup tertarik untuk menuliskannya di blog ini.

A whole new world. Ini bukan sekedar lagunya Aladdin, melainkan benar-benar terjadi pada perekonomian kita saat ini. Ketika masyarakat banyak dihadapkan dengan sesuatu yang teramat baru dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Siapa sangka jika kita akan dihadapkan dengan ojek berbasis aplikasi misalnya. Hanya dengan dasar aplikasi smartphone simpel, berubah lah tatanan struktur industri abang-abang tukang ojek. Bahkan lebih luas lagi hingga mempengaruhi pangsa pasar transportasi umum khususnya di Jakarta. Belum lagi online shop yang datang lebih dulu, kini mulai membuat banyak investor untuk mempertaruhkan duitnya demi membantu perkembangan bisnis pasar digital ini. Dari jaman dulu ketika kita hanya mengenal Tokobagus (sekarang OLX) hingga kini muncul Matahari Mall, menandakan bahwa aktivitas consumer mulai shifting ke arah yang baru.

Startup Company istilah kerennya. Organisasi pemula yang berusaha memberikan perubahan sistem (digitalized) yang disuguhkan ke masyarakat dengan memberi opsi unconventional guna mempermudah aktivitas bisnis dan kegiatan sehari-hari. Neil Blumenthal, CEO dari salah satu Startup di US, bilang “A startup is a company working to solve a problem where the solution is not obvious and success is not guaranteed”. Kata-kata generasi millennial banget lah pokoknya.

Kalau dibahas lebih lanjut, mungkin bisa sampai ke arah disruptive innovation dan sharing economy. Namun aku nggak akan masuk ke bagian dari obrolanku dan temenku kemarin. Aku pengen mencoba menekankan bahwa Startup Company nggak hanya possible (juga feasible) pada bidang perdagangan semata melainkan juga akan sangat mempunyai prospek di bidang keuangan.

Faktanya, di sekelilingku saat ini udah mulai banyak orang yang sadar tentang pentingnya menyisihkan uang. Ya namanya anak muda kepalang tanggung lah ya, siap siap untuk kebutuhan yang banyak buat beberapa tahun kedepan misalnya buat nikah, beli rumah, dan aksesorisnya macam mobil dan lain lain hehehe. Nah dari sini lah mereka mencari-cari tempat yang tepat untuk menyimpan uang mereka. It starts now!

Jika kamu udah sering berkecimpung di industri keuangan pasti nama-nama berikut nggak bakal asing lagi, seperti; Bareksa, Stockbit, Duit Pintar, Jurnal, Akunting Mudah, Uang Teman, dll. Itu lah beberapa contoh Startup Company yang muncul di Indonesia. Blog Fintech Asia telah membahas secara singkat masing-masing startup tersebut.

Duit Pintar misalnya, nggak terlalu banyak inovasi yang diberikan hanya saja mereka menawarkan fitur perbandingan financial product semacam pinjaman (KTA, KPR, Konsumtif), asuransi, sampai kartu kredit. Lumayan lah sebagai acuan pengambilan keputusan.

Jurnal dan Akunting Mudah yang menurutku cukup dikatakan sebagai “breakthrough”, karena dua Startup ini memberikan layanan untuk pencatatan aktivitas bisnismu. Jika Dropbox dikatakan sebagai online flashdisk, maka Jurnal dan Akunting Mudah adalah online financial statement.

Akunting Mudah

(Contoh tampilan Akunting Mudah)

Namun menurutku yang benar-benar bisa dikatakan sebagai Startup jika kita merujuk pada definisi Neil Blumenthal adalah Bareksa. Maaf, bukannya bermaksud promosi tapi Bareksa ini menawarkan kesederhanaan dalam hal berinvestasi khususnya di reksadana.

Beberapa tahun yang lalu kita harus pergi ke bank agen penjual untuk membeli reksadana. Masih sangat konvensional. Selain ribet, jauh, dan makan waktu, masalah yang paling utama adalah nggak semua reksadana dapat dibeli di bank agen penjual tertentu. Karena bank agen penjual rekasadana pun hanya sebagai ‘tempat penitipan’ barang dari manajer investasi.

Nah, Bareksa yang bekerja sama dengan Buana Capital mampu sedikit-demi sedikit menghilangkan masalah tersebut. Kita nggak perlu lagi pergi ke bank untuk membeli reksadana, melainkan seperti model-model Startup lainnya, hanya order secara online pun udah bisa mendapatkan reksadana yang kita inginkan. Meskipun sebenarnya masih semi manual juga karena dari pengalamanku sebagai nasabahnya, untuk konfirmasi pembayaran masih harus mengirim bukti transfer secara manual. But it’s considerable lah ya, mengingat poin utama dalam simplicity udah tercapai, meskipun belum sampai ke level automatization.

Bareksa

(Contoh simulasi reksadana di Bareksa)

Biar nggak disangka promosi. Sebenarnya ada juga IPOTFund, fiturnya hampir mirip dengan Bareksa. Hanya saja IPOTFund ini kan under the management of Indo Premier jadi menurutku nggak bisa dikatakan sebagai Startup Company. Sedikit lebih rame, IPOTFund juga dilengkapi dengan personal finance tools semacam saving goals, time value, credit simulator, dll.

Banyaknya usia produktif di Indonesia memacu tumbuhnya middle income class, ketika middle income class naik otomatis tuntutan dalam pengelolaan income mereka juga bertambah. Jika bicara tentang melek financial literacy, mungkin masyarakat disini masih tergolong rendah. Namun aku percaya dengan hadirnya berbagai macam Startup dibidang keuangan tersebut akan dapat mengurangi beban OJK (sebagai badan yang bertanggung jawab menumbuhkan tingkat financial literacy) dalam memberikan edukasi langsung kepada masyarakat.

Jadi, bisa dikatakan bahwa munculnya Startup Company pada industri keuangan sebenarnya turut membantu memajukan tingkat financial literacy di Indonesia. Meskipun efeknya nggak akan langsung signifikan seperti ojek online, tapi cepat atau lambat pasti akan tumbuh.

—-

Ngomong-ngomong tentang reksadana, kita semacam membeli sebuah keranjang yang isinya udah sepenuhnya ditentukan oleh manajer investasi kan ya? Nah, sekarang ada kah manajer investasi yang menawarkan keranjang yang dapat diisi dengan menyesuaikan profil resiko dan tujuan investasi dari calon pembelinya? Hehehe…

One thought on “Pentingnya Startup Company Pada Industri Keuangan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.