ACES: Earning Growth Menarik, Tapi…

Seakan tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen jadwal rilis laporan keuangan audited FY 2015, kali ini saya mencoba berpartisipasi juga dalam mencari-cari perusahaan mana yang memiliki performa diatas rata-rata selama setahun kemarin. Disini saya mencoba untuk membuat spreadsheet valuasi saham untuk menentukan berapa nilai harga saham itu sebenarnya terlepas dari harga pasar.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada PT Ace Hardware Tbk. Perusahan berkode ACES ini bergerak di industri ritel yang menjual peralatan rumah tangga, semua orang pasti tau lah ya.

Kalau ditanya alasan saya kenapa memilih saham ini, sebenarnya bukan karena yakin bahwa ACES mempunyai performa diatas rata-rata atau mempunyai prospek cerah. Saya belum tau. Bukan juga karena termasuk dalam The BEI Super Companies versi Pak Parahita. Saya milih ACES karena bisnisnya cukup mudah untuk dimengerti; mereka menjual peralatan rumah tangga, itu saja. Dengan bisnis yang fokus tersebut akan lebih mudah untuk membaca laporan keuangannya.

Income Statement ACES FY 2015Dari tabel diatas terlihat bahwa sejak tahun 2010 revenue milik ACES masih belum berhenti tumbuh. Bahkan net profit ACES naik 300% selama lima tahun terakhir. Hal tersebut menunjukan bahwa perusahaan ini masih dalam fase pertumbuhan. Slow but sure, ACES mampu menunjukan konsistensinya dalam mendulang laba meskipun tahun kemarin perekonomian kurang mendukung.

Konsistensi yang juga terlihat pada net profit margin diatas 10% selama lima tahun terakhir menandakan bahwa manajemen ACES cukup memperhatikan costs dan expenses mereka dalam setiap revenue yang didapatkan.

Satu hal yang menarik diatas yaitu ACES mampu meningkatkan Asset dan Equity mereka selama tiga tahun terakhir tanpa dibarengi oleh kenaikan liabilities yang signifikan. Low level of liabilities, yet it’s still having quite good growth on equity and profitability. Cukup menggoda.

Lalu bagaimana dengan valuasinya?

Mengacu pada laporan keuangan FY 2015 ACES, saya mencoba membuat model valuasi metode Discounted Cash Flow yang menyatakan bahwa cash flow perusahaan saat ini setelah dikurangi semua beban adalah nilai perusahaan sesungguhnya bagi pemegang saham melalui pendekatan Free Cash Flow to Equity.

Free Cash Flow o Equity ACES pada tahun 2015 tercatat sebesar Rp 517 miliyar, saya kemudian menggunakan asumsi pertumbuhan konstan FCFE dengan tingkat moderat sebesar 10% setiap tahun dan diproyeksi hingga lima tahun kedepan.

Untuk mencari Present Value dari FCFE yang sudah diproyeksikan tersebut saya memakai Cost of Equity sebesar 14.38% sebagai interest rate untuk mendiskontokan nilai Future Value dari FCFE di tahun kelima yang sudah ditambahkan dengan terminal value, maka di dapatkan nilai intrinsik saham ACES adalah Rp 724 per lembar, masih dibawah harga saat ini (13 April 2016) yang mencapai Rp 835 per saham. Artinya saham ACES masih tergolong overvalued atau dalam kata mudahnya, terlalu mahal.

Lalu bagaimana kita menyikapi hasil dari valuasi tersebut? Tunggu dulu, hal ini akan saya bahas dalam postingan berikutnya.

2 thoughts on “ACES: Earning Growth Menarik, Tapi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.