Mengenal Metode Investasi Walter Schloss Sang Super Investor

w5Jika kita bicara mengenai value investor, pasti sosok yang langsung muncul di kepala adalah Warren Buffet. Bukan tanpa alasan, hingga saat ini reputasi beliau sebagai value investor memang belum ada yang menandingi. Prinsip dan gaya investasinya pun seakan nggak termakan jaman meski gaya bisnis perusahaan selalu berevolusi. Meski begitu, ada sosok lain yang sebenarnya nggak kalah saktinya sebagai value investor, dia lah Walter Schloss.

Hal yang menarik dari Walter Schloss adalah dia tidak pernah merasakan bangku kuliah sama sekali. Saat usianya 18 tahun, dia mulai terjun ke Wallstreet dan bekerja di Carl M. Loeb & Co. Berangkat dari guru yang sama dengan Warren Buffet yaitu Benjamin Graham, Walter Schloss tumbuh sebagai value investor dengan mengamalkan buku “Security Analysis” karangan Graham dan Doddsville. Hingga akhirnya Schloss juga sempat merasakan bekerja di bawah Ben Graham sendiri lewat Graham-Newton Partnership sebelum pada 1955 dia meluncurkan dana kelolaannya sendiri.

Sejak pertama kali meluncurkan dana kelolaannya sendiri hingga tahun 2002, Schloss berhasil mencatatkan return tahunan rata-rata sebesar 16% bersih setelah dikurangin biaya-biaya. Jauh diatas indeks S&P yang hanya mencatatkan rata-rata 10% setiap tahun dengan periode yang sama.

Schloss-returns

Source: Valuewalk

Tabel diatas adalah hisotorical return dari dana kelolaan Walter Schloss hingga 1984. Jika dibandingkan dengan return S&P maka grafik yang tergambar dari performa investasi Schloss nampak mirip dengan yang ada di postingan saya sebelumnya mengenai Mencoba Bermain-Main Dengan Hasil InvestasiTampak eksponensial.

Schloss-v-SP

Source: Valuewalk

Dengan pencapaian yang diatas rata-rata tersebut, membuat Warren Buffet mencatatkan nama Walter Schloss dalam salah satu Super Investor di tulisannya yang berjudul The Superinvestors of Graham-and-Doddsville. Bahkan Warren Buffet menghormati Walter Schloss sebagai “One of Good Guys of Wallstreet” di annual letter Berkshire Hathaway tahun 2006 lalu.

Filosofi Investasi Walter Schloss

Sebagai value investor, tentunya Walter Schloss juga menganut filosofi yang sama dengan Warren Buffet. Namun setiap investor pasti mempunyai preferensinya tersendiri dalam memilih saham yang akan ditempatkan di portofolio investasinya. Berikut adalah kriteria Walter Schloss dalam pemilihan saham:

  1. Perusahaan harus sudah mempunyai track record selama minimal 10 tahun
  2. Mempunyai sedikit (atau tidak sama sekali) long term debt
  3. Melilih perusahaan dengan book value yang terdiskon minimal 20%
  4. Menyukai saham yang mayoritas sahamnya dimiliki manajemen sendiri

Kalau diperhatikan, keempat kriteria tersebut bisa dibilang standarnya seorang value investor dalam memilih saham. Mereka menyukai saham yang murah, Schloss sendiri mendefinisikan saham murah dari book value yang dihitung berdasarkan tangible assets seperti cash dan fixed assets.

Meski begitu, tetap ada satu hal yang membedakan antara Schloss dan value investor yang lain. Bahkan cenderung berkebalikan dengan Warren Buffet, perbedaan ini muncul dalam portfolio construction mereka.

Jika Warren Buffet cenderung fokus membeli beberapa perusahaan yang dia yakin dengan kemampuan manajemennya, Walter Schloss lebih berusaha mengamankan portofolio investasinya dengan memilih puluhan saham bahkan bisa sampai 100 saham dalam satu portofolio karena dia merasa ‘tak sebagus Warren Buffet dalam menganalisa manajemen perusahaa’. Sehingga diversifikasi penuh menjadi pilihan guna mengurangi kesalahan judgement terhadap saham perusahaan tertentu.

Dengan banyaknya saham yang ada di keranjang investasi itu pun Walter Schloss membatasi proporsi satu saham tidak boleh melebihi 20% dari total keseluruhan portofolio.

Walter-Schloss-approach-summary

Source: AAII

Sekarang pertanyaannya adalah, bisa kah metode pemilihan saham dan penyusunan portofolio investasi versi Walter Schloss diterapkan di pasar modal Indonesia? Well, menurut saya pribadi, jika kita bicara mengenai pemilihan saham murah secara value mungkin masih sangat possible untuk menemukan saham berkualitas di pasar modal Indonesia saat ini.

Terlepas dari dominasi UNVR dan HMSP di bursa karena solidnya perusahaan tersebut sudah termasuk ‘jaminan mutu’, saham seperti PWON, JRPT, ACES, BBRI, KLBF merupakan contoh saham berkualitas yang akan masuk portofolio Schloss, meski memang dengan catatan menunggu saat harga dikatakan murah dulu.

Tantangannya adalah, jika kita harus mencari puluhan hingga ratusan saham untuk dimasukan ke dalam satu keranjang portfolio itu termasuk pekerjaan yang tidak mudah tentunya. Bahkan untuk menilai satu saham pun cukup memerlukan banyak waktu dan usaha. Selain itu dengan total ‘hanya’ 500an perusahaan yang tercatat di bursa saat ini, akan cukup sulit menemukan perusahaan yang benar-benar berkualitas dengan jumlah yang banyak. Percayalah, 10 dari 500 itu sudah cukup banyak jika kita bicara kualitas.

Berikut ada video Walter Schloss menjelaskan perjalanan karir investasi dan filosofinya.

Jadi, apakah anda tertarik mengikuti gaya beliau?

Salah satu yang saya sukai dari Walter Schloss adalah lebih ke personality dan gaya hidupnya. Dia termasuk orang yang frugal atau berhati-hati dalam hal pengeluaran. Ketika dia menghasilkan net profit sebesar $19,000,000, pengeluaran kantor Schloss hanya sebesar $11,000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.