Memahami Pergerakan Ekonomi Untuk Pemula

Bagi kebanyakan orang awam biasanya akan begitu bergantung dengan media untuk sekedar mengetahui kondisi ekonomi saat ini atau isu-isu perkembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Sehingga apa yang dilihat, itu lah yang dianggap benar.

Meskipun yang disampaikan media pun bukan sebuah kebohongan, tapi akan selalu ada beberapa poin khusus untuk ditekankan sebagai penggiring opini. Seperti saat ini dimana utang pemerintah Indonesia yang terus meningkat santer diberitakan, sehingga mereka yang membaca akan menganggap itu sebagai sebuah fakta membahayakan bagi negara padahal jika dilihat lebih dalam ada poin penting lainnya yang luput dari pemberitaan, yaitu kekayaan yang dimiliki negara dan perbandingan hutang negara dengan negara lain.

Saya sendiri biasanya dalam hal mengetahui perkembangan ekonomi selalu mengacu langsung pada ekonomis dengan harapan padangannya yang lebih obyektif dan menyeluruh. Disetiap portal berita bisnis biasanya disediakan kolom bagi mereka untuk mengemukakan pendapatnya sendiri. Disitu juga lah anda biasanya akan menemukan nama besar seperti Rhenald Khasali hingga Faisal Basri.

Dengan memperhatikan pendapat beberapa ekonomis saya rasa cukup bagi kita untuk membandingkan opini satu dengan yang lain sehingga kita mampu memahami satu peristiwa dari beberapa sudut pandang.

Meski begitu, dari halaman pribadi Faisal Basri saya sadar ada cara tersendiri agar kita juga mampu merangkai indikator-indikator perekonomian sehingga dapat menyimpulkan sendiri mau ke arah mana pertumbuhan negara kita.

Ketersediaan Data

Ada banyak lembaga di Indonesia yang selalu update mengenai data-data perekonomian Indonesia. Bahkan untuk kalangan orang luar, ketersediaan data saya kira sudah cukup. Kita punya Bank Indonesia yang selalu menampilkan suku bunga perbankan secara historis, OJK juga punya database lembaga keuangan yang diperbarui setiap bulannya, hingga BPS sebagai gudangnya indikator-indikator sosial dan ekonomi di Indonesia. Semuanya tersedia di web masing-masing, dan gratis.

Pemahaman akan Data

Dari banyaknya data yang bisa dikumpulkan, kita harus memilah-milah indikator tersebut menjadi beberapa kategori. Misalnya seperti indikator perekonomian yang terdiri dari PDB, Suku Bunga, Laju Inflasi, Neraca Pembayaran, Nilai Tukar Rupiah. Ada juga indikator kependudukan seperti Usia Produktif, Pengangguran, Tingkat Konsumsi, Pendidikan, Geografi. Masih banyak lagi indikator-indikator lainnya yang mencakup perekonomian secara luas untuk mendukung analisa kita. Jadi, memahami masing-masing data mulai dari asal data tersebut hingga potensi efek ke indikator lainnya wajib dilakukan.

Korelasi antar Data

Komponen penyusun perekonomian itu bisa diibaratkan seperti tali karet yang dipegang di beberapa sisi, ketika salah satu digerakkan pasti sisi yang lainnya akan ikut bergetar. Misalnya seperti laju inflasi yang meninggi jika diturut sampai jauh efeknya bisa saja sampai peningkatan jumlah pengangguran. Alurnya seperti ini inflasi tinggi > harga barang/jasa naik > daya beli masyarakat turun > industri melambat > biaya manufaktur tak tertupi > pengurangan beban pengeluaran > PHK Karyawan. Ini adalah salah satu contoh saja bagaimana mengartikan hubungan setiap indikator ekonomi. Faktanya hanya ada dua  macam hubungan di setiap indikator; berlawanan dan searah. Ini tugas kita sebagai awam untuk mulai mempelajari paling tidak dari satu mata rantai hubungan antara dua indikator.

Pada dasarnya setiap ilmu sosial itu dapat dipelajari oleh siapa saja tanpa mengecap pendidikan formal sekalipun. Asal kan kita punya sumber daya dan paham bagaimana menggunakan sumber daya tersebut, bukan tidak mungkin kita juga bisa ada di level ekonomis berpengalaman sekalipun

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Time limit is exhausted. Please reload CAPTCHA.