Economic Development

Membaca Perekonomian Indonesia dari Komponen Penyusun PDB

Bulan Februari lalu Badan Pusat Statistik (BPS) resmi mengumumkan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tahun 2017 dengan pencapaian 5.07%, naik tipis dari tahun lalu yaitu 5.02%. Meski begitu angka tersebut masih dibawah target pemerintah yang dituangkan dalam asumsi dasar ekonomi makro pada anggaran dasar APBN 2017 sebesar 5.10%, bahkan beberapa institusi international seperti ADB dan IMF pun punya prediksi yang lebih tinggi yaitu 5.20%. Jadi, secara pribadi tentunya saya kurang puas dengan pencapaian tersebut.

PDB sendiri sampai saat ini masih menjadi indikator utama untuk melihat pertumbuhan ekonomi suatu negara. Jika dilihat dari beberapa tahun terakhir memang pertumbuhan ekonomi Indonesia selalu dibawah ekspektasi. Berbagai macam spekulasi

Memahami Pergerakan Ekonomi Untuk Pemula

Bagi kebanyakan orang awam biasanya akan begitu bergantung dengan media untuk sekedar mengetahui kondisi ekonomi saat ini atau isu-isu perkembangan pembangunan ekonomi di Indonesia. Sehingga apa yang dilihat, itu lah yang dianggap benar.

Meskipun yang disampaikan media pun bukan sebuah kebohongan, tapi akan selalu ada beberapa poin khusus untuk ditekankan sebagai penggiring opini. Seperti saat ini dimana utang pemerintah Indonesia yang terus meningkat santer diberitakan, sehingga mereka yang membaca akan menganggap itu sebagai sebuah fakta membahayakan bagi negara padahal jika dilihat lebih dalam ada poin penting lainnya yang luput dari pemberitaan, yaitu kekayaan yang dimiliki negara dan perbandingan hutang negara dengan negara lain.

Ironisme UK Referendum

Setelah setahun terakhir menjadi bahan pembicaraan hangat para ekonomis, akhirnya pada tanggal 23 Juni kemarin, UK dinyatakan resmi memilih berpisah dengan European Union. Keputusan ini langsung direspon pasar dengan anjloknya mata uang poundsterling serta beberapa bursa dunia yang juga memerah.

Banyak yang menganggap bahwa lepasnya UK dari European Union justru akan berdampak buruk bagi Negara Persemakmuran Inggris itu sendiri, sehingga beberapa ekonomis menganggap bahwa kemungkinan untuk remain dalam EU jauh lebih besar ketimbang exit. Yet, the result of referendum proved that they were wrong.

[Kompilasi] Market Outlook Indonesia 2016

Beberapa hari yang lalu saya menyempatkan ikut free seminar yang diadakan oleh KDB Daewoo Securities tentang Market Outlook 2016, meskipun hanya bertahan beberapa menit karena penyampaiannya yang membosankan dan membuat lapar, setidaknya materi presentasi sudah dikirim via email. Oke lah, it doesn’t matter.

Berawal dari situ lah, saya mencoba mengumpulkan beberapa Market Outlook 2016 dari berbagai macam sekuritas. Ya, saya salah satu orang yang menganggap Market Outlook itu penting sebagai peta dan petunjuk berinvestasi dalam setahun kedepan, dan harusnya anda pun seperti itu.

Dikutip dari beberapa grup chatting dan ada pula sumbangan dari broker saya juga, saya berhasil mengumpulkan kurang lebih belasan Market Outlook 2016 yang isinya pun sebenarnya macam-macam dari sisi pasar modal atau ada juga yang membahas makro ekonomi secara global.

Selebihnya bisa download satu-satu, berikut daftarnya:

Pentingnya Startup Company Pada Industri Keuangan

Kadang obrolan yang nggak begitu jelas mampu menghasilkan berbagai macam ide untuk mengembangkan sesuatu, begitu juga dengan yang aku alami pada akhir pekan yang lalu. Salah seorang temenku dari Jogja menyempatkan diri maen ke Jakarta dan, ya, akhirnya seperti biasa kita ngobrolin ngalor-ngidul tentang banyak hal. Namun ada satu yang paling membuatku cukup tertarik untuk menuliskannya di blog ini.

A whole new world. Ini bukan sekedar lagunya Aladdin, melainkan benar-benar terjadi pada perekonomian kita saat ini. Ketika masyarakat banyak dihadapkan dengan sesuatu yang teramat baru dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Siapa sangka jika kita akan dihadapkan dengan ojek berbasis aplikasi misalnya. Hanya dengan dasar aplikasi smartphone simpel, berubah lah tatanan struktur industri abang-abang tukang ojek. Bahkan lebih luas lagi hingga mempengaruhi pangsa pasar transportasi umum khususnya di Jakarta. Belum lagi online shop yang datang lebih dulu, kini mulai membuat banyak investor untuk mempertaruhkan duitnya demi membantu perkembangan bisnis pasar digital ini.