Personal Finance

Mencoba Bermain-Main Dengan Hasil Investasi

Sebagai anak muda yang sedang berusaha menyiapkan banyak hal demi membangun rumah tangga yang aduhay, urusan money management tentu nggak bisa dilewatkan. Kamu yang usianya kurang lebih sama dengan saya pun harusnya juga mulai memikirkan hal yang sama. Beruntungnya, saya barusaja menemukan sesuatu yang mungkin akan berguna juga bagi yang lain. Masih tentang investasi tentunya.

Saya mencoba membuat simulasi sederhana mengenai hasil dari investasi atau tabungan atau apalah itu terserah kamu menyebutnya bagaimana, dengan beberapa kondisi seperti return yang diharapkan per tahunnya dan mulai kapan untuk serius dalam berinvestasi.

Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata semakin dini kamu memulai hasilnya akan berbeda jauh dengan mereka yang menunda untuk berinvestasi.

Alasan Kenapa Saya Tidak Tertarik Dengan Reksadana Saham

Akhir-akhir ini saya sering ditanya tentang beberapa hal mengenai reksadana oleh teman kantor saya, mulai dari caranya hingga reksadana mana yang paling menguntungkan. Bukan tanpa sebab, soalnya dia baru saja diberi tawaran beberapa macam jenis reksadana oleh salah satu asset management yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Cukup lengkap memang, semua jenis reksadana (saham, fixed income, campuran, syariah) tersedia. Saya pun akhirnya juga ikut cek semua fund fact sheet yang ditawarkan itu.

Meskipun pada akhirnya hal itu semakin memperkuat pandangan saya tentang reksadana, khususnya reksadana saham. Harus diakui bahwa sampai saat ini saya belum menemukan sesuatu yang membuat reksadana saham itu terlihat menarik sebagai salah satu pilihan investasi untuk saya pribadi. Disclosure yang tidak terlalu ter-disclose, begitu lah yang saya rasakan.

Ketika saya mendatangi booth salah satu asset management di acara Invest Day yang diadakan Bareksa pada akhir tahun lalu, saya melihat salah satu fund fact sheet reksadana saham dan menanyakan pada petugasnya, “Mas, kenapa saham yang ditampilkan disini hanya yang mayoritas aja? Sisanya ada saham apa aja?”.