First Step In Fundamental Analysis

kol-first-step-analysisWeekend lalu saya diajak teman ke Gramedia di Grand Indonesia yang tujuan sebenarnya hanya untuk membeli merchandise. Tak mau membuang waktu saya berkeliling di bagian rak buku investasi dan keuangan, seperti ritual biasanya saat mengunjungi gramedia, akhirnya saya menemukan buku ini. First Step In Fundamental Analysis, Memahami Investasi Saham Melalui Laporan Keuangan.

Bukan pertama kali saya mendengar tentang buku ini, karena sebelumnya Pak Parahita melalui forumnya mengatakan bahwa ini buku unik yang layak dibaca sebelum menganalisa saham lebih jauh lagi. Well, akhirnya saya putuskan untuk membelinya. Meskipun sedikit diketawain sama temen karena mungkin dari judulnya terkesan untuk yang masih newbie. Lah, emang saya bukan newbie apa? Hehehe.

Mengenal Metode Investasi Walter Schloss Sang Super Investor

w5Jika kita bicara mengenai value investor, pasti sosok yang langsung muncul di kepala adalah Warren Buffet. Bukan tanpa alasan, hingga saat ini reputasi beliau sebagai value investor memang belum ada yang menandingi. Prinsip dan gaya investasinya pun seakan nggak termakan jaman meski gaya bisnis perusahaan selalu berevolusi. Meski begitu, ada sosok lain yang sebenarnya nggak kalah saktinya sebagai value investor, dia lah Walter Schloss.

Hal yang menarik dari Walter Schloss adalah dia tidak pernah merasakan bangku kuliah sama sekali. Saat usianya 18 tahun, dia mulai terjun ke Wallstreet dan bekerja di Carl M. Loeb & Co. Berangkat dari guru yang sama dengan Warren Buffet yaitu Benjamin Graham, Walter Schloss tumbuh sebagai value investor dengan mengamalkan buku “Security Analysis” karangan Graham dan Doddsville.

Mencoba Bermain-Main Dengan Hasil Investasi

Sebagai anak muda yang sedang berusaha menyiapkan banyak hal demi membangun rumah tangga yang aduhay, urusan money management tentu nggak bisa dilewatkan. Kamu yang usianya kurang lebih sama dengan saya pun harusnya juga mulai memikirkan hal yang sama. Beruntungnya, saya barusaja menemukan sesuatu yang mungkin akan berguna juga bagi yang lain. Masih tentang investasi tentunya.

Saya mencoba membuat simulasi sederhana mengenai hasil dari investasi atau tabungan atau apalah itu terserah kamu menyebutnya bagaimana, dengan beberapa kondisi seperti return yang diharapkan per tahunnya dan mulai kapan untuk serius dalam berinvestasi.

Hasilnya cukup mengejutkan, ternyata semakin dini kamu memulai hasilnya akan berbeda jauh dengan mereka yang menunda untuk berinvestasi.

Menyikapi Hasil Valuasi Saham

Pada tulisan sebelumnya saya berbagi mengenai brief result of my valuation spreadsheet yang mengabil PT ACE Hardware sebagai contohnya. Sebenarnya ada banyak data yang mau saya share juga sekaligus, namun saat itu saya hanya fokus pada fair value saham tersebut.

Berdasarkan hitungan yang saya buat dengan data terakhir tanggal 13 April 2016, ACES mempunyai fair value sebesar Rp 724 per saham atau sedikit overvalued dibandingkan dengan harga pasar pada saat itu.

Mudah untuk menyimpulkan bahwa harga ACES sudah cukup mahal untuk dibeli. Meski begitu, apakah semua keputusan investasi hanya berdasarkan penghitungan fair value?

ACES: Earning Growth Menarik, Tapi…

Seakan tidak mau ketinggalan memanfaatkan momen jadwal rilis laporan keuangan audited FY 2015, kali ini saya mencoba berpartisipasi juga dalam mencari-cari perusahaan mana yang memiliki performa diatas rata-rata selama setahun kemarin. Disini saya mencoba untuk membuat spreadsheet valuasi saham untuk menentukan berapa nilai harga saham itu sebenarnya terlepas dari harga pasar.

Akhirnya pilihan saya jatuh pada PT Ace Hardware Tbk. Perusahan berkode ACES ini bergerak di industri ritel yang menjual peralatan rumah tangga, semua orang pasti tau lah ya.

Kalau ditanya alasan saya kenapa memilih saham ini, sebenarnya bukan karena yakin bahwa ACES mempunyai performa diatas rata-rata atau mempunyai prospek cerah. Saya belum tau. Bukan juga karena termasuk dalam The BEI Super Companies versi Pak Parahita. Saya milih ACES karena bisnisnya cukup mudah untuk dimengerti; mereka menjual peralatan rumah tangga, itu saja. Dengan bisnis yang fokus tersebut akan lebih mudah untuk membaca laporan keuangannya.