Bareksa

Alasan Kenapa Saya Tidak Tertarik Dengan Reksadana Saham

Akhir-akhir ini saya sering ditanya tentang beberapa hal mengenai reksadana oleh teman kantor saya, mulai dari caranya hingga reksadana mana yang paling menguntungkan. Bukan tanpa sebab, soalnya dia baru saja diberi tawaran beberapa macam jenis reksadana oleh salah satu asset management yang lokasinya tidak jauh dari kantor. Cukup lengkap memang, semua jenis reksadana (saham, fixed income, campuran, syariah) tersedia. Saya pun akhirnya juga ikut cek semua fund fact sheet yang ditawarkan itu.

Meskipun pada akhirnya hal itu semakin memperkuat pandangan saya tentang reksadana, khususnya reksadana saham. Harus diakui bahwa sampai saat ini saya belum menemukan sesuatu yang membuat reksadana saham itu terlihat menarik sebagai salah satu pilihan investasi untuk saya pribadi. Disclosure yang tidak terlalu ter-disclose, begitu lah yang saya rasakan.

Ketika saya mendatangi booth salah satu asset management di acara Invest Day yang diadakan Bareksa pada akhir tahun lalu, saya melihat salah satu fund fact sheet reksadana saham dan menanyakan pada petugasnya, “Mas, kenapa saham yang ditampilkan disini hanya yang mayoritas aja? Sisanya ada saham apa aja?”.

Pentingnya Startup Company Pada Industri Keuangan

Kadang obrolan yang nggak begitu jelas mampu menghasilkan berbagai macam ide untuk mengembangkan sesuatu, begitu juga dengan yang aku alami pada akhir pekan yang lalu. Salah seorang temenku dari Jogja menyempatkan diri maen ke Jakarta dan, ya, akhirnya seperti biasa kita ngobrolin ngalor-ngidul tentang banyak hal. Namun ada satu yang paling membuatku cukup tertarik untuk menuliskannya di blog ini.

A whole new world. Ini bukan sekedar lagunya Aladdin, melainkan benar-benar terjadi pada perekonomian kita saat ini. Ketika masyarakat banyak dihadapkan dengan sesuatu yang teramat baru dan tidak pernah diperkirakan sebelumnya.

Siapa sangka jika kita akan dihadapkan dengan ojek berbasis aplikasi misalnya. Hanya dengan dasar aplikasi smartphone simpel, berubah lah tatanan struktur industri abang-abang tukang ojek. Bahkan lebih luas lagi hingga mempengaruhi pangsa pasar transportasi umum khususnya di Jakarta. Belum lagi online shop yang datang lebih dulu, kini mulai membuat banyak investor untuk mempertaruhkan duitnya demi membantu perkembangan bisnis pasar digital ini.