Profit

PWON: Menjaga Keseimbangan Sumber Pendapatan

preview-pt_pakuwon_jati_tbkKetika salah satu sektor inti pendorong perekonomian seperti properti mulai menunjukan kelesuannya sejak tahun lalu, ada satu perusahaan yang menurut saya masih mampu menjaga performa bisnisnya yaitu PT Pakuwon Jati Tbk (PWON). Pada laporan Q1 2016, PWON mencatatkan penjualan sebesar Rp 1.24 triliyun atau naik 6.9% dari periode yang sama pada tahun 2015. Kenaikan tersebut juga dibarengi oleh tingginya kenaikan laba bersih yaitu tumbuh 65.3% menjadi Rp 543.22 miliyar.

Meskipun masih ada juga beberapa emiten lain yang mencatatkan kenaikan pendapatan, namun PWON dinilai masih unggul dalam menjaga stabilitas pertumbuhannya. Tercatat sejak tahun 2010, PWON mampu menjaga pertumbuhan penjualan diatas 10% termasuk pada saat industri properti sedang kurang bergairah.

Misconception Antara Investor dan Trader

Ada satu tulisan yang nggak sengaja saya temukan di timeline Twitter dan itu bisa membuat saya benar-benar pissed off. Tulisan ini membahas tentang beberapa tipe trader saham, dipublish oleh salah satu forum perkumpulan trader saham di Indonesia yang cukup terkenal. Sayangnya, sebagian besar dari isi tulisannya sangat tidak bisa digunakan untuk pembelajaran bagi para awam yang baru mengenal saham. Ini bahaya. Bisa menyesatkan.

Pada tulisan tersebut menjelaskan tentang tipe trader yang dibagi berdasarkan timeframe dalam transaksi. Sudah bisa ditebak sebenarnya. Mulai dari scalper, day trader, swing trader, position trader. Dari keempat tipe trader tersebut dibedakan oleh seberapa lama mereka melakukan jual beli saham, mulai dari scalper yang rentangnya hanya dalam hitungan jam hingga position trader yang memanfaatkan trend harga (bullish atau bearish).

Tidak sampai disitu saja, penulisnya melengkapi beberapa macam trader pada tulisan tersebut dengan rentang yang lebih lama lagi dan dia menyebutnya sebagai investor. Iya, investor. Jadi menurut penulis, investor adalah trader dengan jangka waktu paling lama. Seriously?