Saham Defensive

Menilai Kinerja Saham Defensive Tahun 2015

Hari ini secara resmi menjadi hari terakhir perdagangan di bursa saham Indonesia untuk tahun 2015, IHSG ditutup pada level 4,593.01 naik 0.51% atau 23.65 poin. Meski begitu return IHSG tahun 2015 ini secara menyedihkan membukukan penurunan sebesar -12.13% YoY setelah melewati gejolak perekonomian yang cukup menghantam performa emiten.

Gejolak perekonomian global memang menjadi kambing hitam utama dalam merosotnya performa indeks tahun ini. Mulai dari tarik-ulur The Fed dengan suku bunganya, kondisi ekonomi China yang mulai slowing down, sampai nilai Rupiah yang sempat nyentuh 15,000 per Dollar.

Disisi lain, aku kepikiran bagaimana dengan performa saham-saham defensive ketika kondisi ekonomi sedang nggak terlalu menguntungkan. Saham-saham yang katanya cukup bandel daya tahannya dengan keadaan ekonomi makro. Cukup beralasan memang, karena saham defensive ini mengandalkan kekuatan daya beli masyarakat lewat kebutuhan primer mereka. Jadi, nggak peduli hujan angin atau bumi kejatuhan meteor sekalipun orang-orang tetep butuh makanan dan pakaian kan?

Nah, lewat tulisan kali ini aku pengen coba membuktikan ketahanan saham defensive tersebut selama tahun 2015.